Klub Persik Kediri bankrut. Manajemen terpaksa melelang pemain dan pelatihnya ke sejumlah klub. Sebanyak sembilan pemain telah mengajukan pengunduran diri karena ketidakjelasan nasib klub yang bermarkas di Kota Tahu ini.
Untuk menyelamatkan masa depan pemain, Persik telah menawarkan mereka ke sejumlah klub. Diantaranya Persija Jakarta, Persijap Jepara, dan Arema Malang. Menurut Arya, saat ini terdapat sembilan pemain atau 40 persen skuad Persik yang menandatangani surat pengunduran diri.
Melalui manajemen Persik, mereka ditawarkan dengan nilai kontrak yang disepakati masing-masing pihak, namun Arya belum bersedia menyebutkan identitas mereka. Selain pemain, pelatih kepala Persik Jaya Hartono juga terdaftar dalam daftar skuad yang akan dijual.
Saat ini Jaya tengah menjajaki komunikasi dengan Persija Jakarta untuk menjadi pelatih tim berjuluk Macan Kemayoran. "Pak Jaya memiliki kualifikasi melatih klub liga super," kata Arya.
Selama ini para pemain tersebut harus bertahan di Persik dengan pemasukan pas-pasan. Mereka menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari berhutang kepada manajer Sunardi. Hal ini dilakukan setelah Persik tak kunjung mengontrak mereka.
Dikonfirmasi hal itu, Jaya Hartono enggan menjawab. Namun dia mengakui jika tengah menjalin komunikasi dengan Persija. "Hanya omong-omong biasa," elaknya.
Sekretaris Persik Barnadi mengatakan keuangan klub saat ini dalam keadaan nol. Dana dari konsorsium LPI yang dijanjikan juga menurun dari Rp 15 miliar menjadi Rp 8 miliar per tahun. "Ini setelah Persik terdepak ke divisi utama," katanya. (Tempo)
Follow @PERSIKMANIAGANK
Selama ini para pemain tersebut harus bertahan di Persik dengan pemasukan pas-pasan. Mereka menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari berhutang kepada manajer Sunardi. Hal ini dilakukan setelah Persik tak kunjung mengontrak mereka.
Dikonfirmasi hal itu, Jaya Hartono enggan menjawab. Namun dia mengakui jika tengah menjalin komunikasi dengan Persija. "Hanya omong-omong biasa," elaknya.
Sekretaris Persik Barnadi mengatakan keuangan klub saat ini dalam keadaan nol. Dana dari konsorsium LPI yang dijanjikan juga menurun dari Rp 15 miliar menjadi Rp 8 miliar per tahun. "Ini setelah Persik terdepak ke divisi utama," katanya. (Tempo)

10/14/2011 04:10:00 PM
Admin

Posted in:
4 komentar:
nasib... nasib..
bubar..bubar..
menejere gk pecus, morat maret koyo PSSI
kq jadi gini cih.....
Bubarin aj sekalian....
Posting Komentar
PERSIK MANIA GANK "Gabungan ANak Kediri"