Sekretaris
Umum Persik Kediri Barnadi menyatakan, keruwetan yang terjadi pada sepakbola
Nasional saat ini dikarenakan faktor kepengurusan PSSI yang baru. Djohar
Arifin, sebagai nahkoda induk sepakbola tertinggi di Indonesia belum teruji.
"Pak Djohar (Djohar Arifin, Ketua Umum PSSI) belum teruji. Hanya menghadapi formatur kompetisi saja sudah begini," ujarnya, Selasa (25/10/2011)
Sementara disinggung mengenai wacana bakal bergulir kompetisi tandingan sebagai bentuk mosi tidak percaya Ketum PSSI Djohar Arifin, menurutnya, hanya emosi sesaat. Seharusnya, semua pihak bisa lebih dewasa, dan kembali pada statuta PSSI. Dia yakin, apabila semua pihak sudah berada pada rel yang benar, segala konflik yang timbul saat ini, bisa teratasi dengan baik.
"Sebenarnya konflik seperti ini, eman-eman (sangat disayangkan). Niatnya ingin memperbaiki. Tetapi kenapa sampai jadi begini. Kalau kembali pada hasil Kongres PSSI di Bali, seharusnya kompetisi sudah bisa digelar. Kenapa harus memasukkan enam klub itu. Sehingga menimbulkan konflik dari klub lain," katanya.
Dia berharap semua pihak bisa duduk bersama baik dari BLI, pengurus PSSI dan Exco untuk mencari jalan yang terbaik. Sebab, konflik sepakbola yang berkepanjangan ini, akan menguras banyak energi.
Persik sendiri, kata purnawirawan TNI itu, saat ini dalam keadaan serba tidak menentu. tim berjuluk Macan Putih masih menunggu datangnya surat pemberitahuan dari PSSI mengenai waktu penyelenggaraan kompetisi Divisi Utama musim 2011/2012.
"Divisi Utama pun nantinya saya rasa akan menuai masalah yang sama. 44 klub peserta terbagi dalam 4 wilayah. Belum tentu tidak menimbulkan persoalan-persoalan. Seperti, Persik harus lepas dari APBD, pembiayaanya sangat sulit. Untuk saja bisa merger dengan Minangkabau FC dan dapat dana dari konsorsium. Bagaimana dengan klub lainnya?," pungkasnya. [nng/ted Beritajatim] Follow @PERSIKMANIAGANK

10/25/2011 07:35:00 PM
Admin

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar
PERSIK MANIA GANK "Gabungan ANak Kediri"