Pelatih Persik Kediri Jaya Hartono meminta pengurus PSSI agar tidak menggantung nasib puluhan pelatih yang terancam kehilangan nafkah akibat tidak jelasnya sistem kompetisi musim ini. "Saya tak kunjung dikontrak oleh klub karena sistem kompetisi yang belum jelas," kata Jaya di kantor KONI Kota Kediri, Jumat, 7 Oktober 2011.
Selain dia, saat ini terdapat puluhan pelatih dengan lisensi A AFC yang menganggur. Mereka bingung mencari posisi yang kosong karena semua klub divisi utama masih bersikap pasif.
Kondisi yang sama, menurut dia, juga terjadi pada pemain. Saat ini pemain sibuk mencari batu loncatan ke klub yang mapan untuk segera mendapatkan kepastian kontrak. Jaya sendiri mengaku tak bisa menghalangi mereka karena menyangkut rezeki seseorang.
"Saya juga tidak menjamin mereka akan bernasib bagus jika bertahan di Persik, semua serba gelap," katanya. Sekretaris Umum Persik Barnadi mengakui, sampai hari ini belum bisa mengontrak pelatih dan pemain. Alasannya, dana konsorsium yang dijanjikan turun hingga saat ini belum jelas. "Keuangan kita dalam keadaan nol," ujar Jaya.
Manajer Persik Sunardi berharap Jaya tak meninggalkan Persik dalam situasi seperti ini. Apalagi dia sudah berjanji kepada publik Kediri untuk membangun kembali kejayaan Persik. "Saya juga berharap PSSI segera membuat keputusan agar konsorsium bisa segera mencairkan dana," katanya. (Tempo) Follow @PERSIKMANIAGANK

10/07/2011 02:44:00 PM
Admin

Posted in:
2 komentar:
skrng pssi ambru adul
"PSSI era Johar lebih buruk bin busuk d'banding era Nurdin.... Q ykin 100jt % 50-100th kdpan Timnas indonesia kgak akan prnah mju bila "PSSI" tetep kyak gni.
Posting Komentar
PERSIK MANIA GANK "Gabungan ANak Kediri"