Harapan persikmania untuk segera mengetahui masa depan tim kesayangannya tak kunjung terkabul, keluarnya kongres PSSI yang berujung tak adanya keputusan yang di hasilkan dalam sidang yang di gelar pada tanggal 20 mei 2011 lalu membuat masa depan macan putih kini kian tak menentu.
Pelatih persik jaya hartono juga mengatakan hal tersebut saat ini timnya sudah kehilangan arah, hasil kongres PSSI yang di gelar di jakarta lalu membuat dirinya dan anak asuhnya hanya bisa menunggu dan menunggu.
Dia kawatir kevakuman dan ke tidak pastian yang sekarang melanda timnya bisa berdampak buruk kepada pemain , seperti di beritakan persik menjadikan hasil kongres PSSI sebagai tonggak, siapapun ketua umum yang terpilih menurut pengurus dan manajement persik akan menentukan masa depan tim yang pernah menjadi juara liga indonesia itu akan di kemanakan.
Namun buntunya kongres juga membuat masa depan persik juga buntu, bagi persik selain alternatif ajang divisi utama, persik juga punya opsi untuk menyeberang ke ajang liga primer indonesia. Masing masing keputusan tersebut akan membawa kosenkwasi bagi macan putih, selain itu siapapun yang menahkodai PSSI selanjutnya juga bisa di harapkan membawa angin segar solusi ke uangan bagi tim kota tahu tersebut.
Dan apa yang di ungkapkan oleh pelatih jaya hartono ternyata juga di amini oleh sejumlah pemain persik, mereka mengaku sudah bosan berlatih tanpa ada rencana pertandingan dan masa depan mereka.
Follow @PERSIKMANIAGANK

5/24/2011 09:40:00 AM
Admin

Posted in:
5 komentar:
Sbr bang Jaya.. Sharusnya managenen jgn trgantung dgn dhsl kongres. Tentukan langkah kdpn mlai dr skrg. Tetap di DU sja jgn msk LPI, kita ikt liga yg sdh jlas arahnya sj..
Buat Yg Komen Yg Baik2, Gak Bisa Bantu Dana Bantu Do'a, Gak Bisa Bantu Dana Bantu Diam.
White lek meneng g isok turu ae...........
Bukti'ne Ng Bali Aku Adem Ayem
PENGURUS TOLONG DONK KRITIS!!! PERSIK MAU DI BAWA KEMANA.. ANDA KATANYA PROFESIONAL DALAM BEKERJA TAPI ANDA TAKUT UNTUK MELAKUKAN KEPUTUSAN.
Posting Komentar
PERSIK MANIA GANK "Gabungan ANak Kediri"